Honda Blade, Menang Berkah Riset One Make Fuel

Honda Blade, Menang Berkah Riset One Make Fuel

Sejak penggunan bahan bakar Pertamax digulirkan di seri awal Honda Racing Championship 2013, Arif Margono yang karib disapa Shetep, sudah lebih dulu meriset jeroan mesin Honda Blade yang siap dengan bensin beroktan lebih rendah dari Bensol.
Hasilnya, turun di kelas HRC 4 seri ketiga di sirkuit Kajuruhan, Kajen, Malang, (9/6), pacuan Andi Gilang melesat tanpa tanding di race 1 dan 2 bahkan posisinya cukup jauh meninggalkan para rivalnya.

“Karena pakai Pertamax, makanya kompresi patok di angka 12:1. Buat motor balap, rasio kompresi masih terbilang rendah. Tapi semua demi durability agar mesin tahan hingga finish,” ujar Shetep mekanik tim Honda Daya KYT Federal Oil Walini Showa FIM Golden Bandung.

Lanjut Shetep, untuk mengimbangi kompresi rendah pria ramah ini menerapkan kem durasi 270 derajat buat klep in dan ex split, termasuk durasi rendah biar respon di rpm bawahnya agresif. Namun Shetep merahasiakan ukuran detail karena ubahan masih dianggap belum sempurna dan masih terus direvisi.

 

“Apalagi buat Andi Gilang yang jagoan rolling speed. Saya pakai porting yang cukup besar biar power di rpm tengah ke atasnya nggak kedodoran. Ubahan dipadu rasio girbox yang cukup rapat pula,” imbuh mekanik yang dikomandoi Pepen Purnama sebagai managernya.

Untuk rasio girboks, Shetep mengaku pakai setingan rasio baru yang komposisinya cukup rapat sejak masuk gigi 1 sampai 4. Apalagi dengan adanya ubahan pada pengunaan bahan bakar, kompresi, durasi. Cuma yang pasti nggak terlalu berat dan buat sirkuit Kajuruhan, Shetep menerapkan gir reduksi 13/38. Pantes nggak ngedrop di tikungan parabolik.


Pertamax mempengaruhi kinerja komponen pengapian, terutama timing yang menurut Shetep mesti diseting lebih tinggi dari bahan bakar oktan tinggi. Namun dari tengah sampai atas kembali turun berkala sampai derajat pengapian 30 derajat.

“Setingannya, mulai rpm 3.000/30 derajat, 4.000/35, 5.000/40, 9.000/40, lalu turun di rpm 10.000/38, 11.000/36, 12.000/34, 12.500/32, 13.000/31, 13.500/30, limiter 14.100,” jelas Shetep yang pilih pakai pengapian BRT.

Sepertinya bukan cuma performa mesin yang bagus tapi Andi juga sudah hafal betul dengan racing line. Nggak ada kendala di trek lurus maupun tikungan balik. (motorplus-online.com) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s