Busi Dingin Perlu Buat Harian?

Busi Dingin Perlu Buat Harian?

Baca lebih lanjut

Iklan

Honda CBR 250R, Kuda Besi Andalan Bocah 14 Tahun

Honda CBR 250R, Kuda Besi Andalan Bocah 14 Tahun

Di One Make Race Honda CBR 250R yang digelar bersamaan dengan seri balap Indospeed Race Series, terlihat sosok anak kecil jadi salah satu pembalapnya. Ya, masih kecil lah.. karena umur bocah ini baru 14 tahun.

Namun, Yogha Dio Syachputra, siswa SMP Diponegoro 1 Rawamangun, Jakarta Timur ini mampu bersaing dengan pembalap yang lebih senior dan sudah bertitel seeded. Di seri pertama, Yogha mampu finish ke 6 dari posisi start ke 12. Hemm.. dia sukses bersaing dengan 20 pembalap lainnya.

“Ini pertama kali saya balap pakai CBR 250R,” terang anak dari pasangan Suryono dan Dina Handayani ini. Ternyata ini bukan pertama kali Dio mengikuti balap, sejak umur 10 tahun sudah diceburin ikut balap resmi. Dan kini, namanya tercatat sebagai salah satu pembalap Motoprix bernanung di bawah bendera Honda Yonex NHK FIM Kawahara Racing Team yang tidak lain adalah tim milik ayahnya.

Tidak hanya Dio yang pertama kali merasakan CBR 250, Komeng, mekanik yang bertugas meracik tunggangannya ini juga pertama kali pegang motor injeksi, namanya juga pertama kali, ubahannya juga tidak banyak dimainkan. “Masih dalam proses awal main motor sport berteknologi Injeksi,” jelas Komeng merendah.

Bagian mesin ada sedikit ubahan, seperti durasi noken as yang diatur ulang. Komeng cukup mengubah durasi kedua noken as jadi 254 derajat. “Angkatan klep sekarang jadi 8,7 mm,” terangnya tanpa menjelaskan lebih rinci. Untuk Electronic Control Module (ECM) standar dipensiunkan dan diganti mengunakan Vortex.

Ledakan ruang bakar ditingkatkan dengan cara melepas dua lembar packing cylinder head, dari hasil hitungan kompresi sekarang jadi 11,7:1 cukup dipasok menggunakan bahan bakar Pertamax Plus. Untuk urusan pelepas gas buang Komeng mempercayakan produk AHM.

Buat balap, urusan stabilitas juga pegang peranan. “Oli sok depan cuma diganti menggunakan Prima XP dengan SAE 20-50, untuk sok belakang cukup dibuat sedikit lebih keras,” urainya. Ok bro, ditunggu hasil baiknya untuk seri-seri kedepannya! (motorplus-online.com) 

Data Modifikasi
Ban Depan: Pirelli Diablo 120/60-17
Ban Belakang: Pirelli Diablo 150/60-17
Selang rem: Hel
Knalpot: AHM
ECM: Vortex
Steering Damper: Ohlins
Footstep: Custom

Yamaha Mio Fino, Duo Jawara Grafis

Yamaha Mio Fino, Duo Jawara Grafis

 

Bagi Deva Fauzan dan Riovi Febriano, modifikasi dengan teknik menyemprotkan cat di bodi alias airbrush jadi favorit. Apalagi keduanya menyukai airbrush dengan motif grafis. “Airbrush motif grafis itu punya nilai seni yang kental. Selain itu detail yang ada pada motifnya, membutuhkan proses pengerjaan yang cukup rumit. Disitulah seninya kita harus sabar,” kompak mereka berdua.

Apalagi Deva dan Rio kenal dengan Aat Caraka. Aat, jago mendesain lalu menyemprotkan cat dengan motif grafis pada bodi motor. Makanya enggak heran jika Aat punya ide membuat kembar pacuan Devi dan Rio yang sama-sama lansiran 2012.

Tampang, boleh kembar. Tetapi, jika diperhatikan lebih dalam, model grafis yang ada di motor Deva dan Rio ada perbedaannya. “Sengaja saya bikin beda modelnya. Agar ketika proses pengerjaan, ada kepuasaan buat saya. Karena, tingkat kesulitannya berbeda. Jika modelnya sama, maka tingkat kesulitan akan sama. Nah, itu kurang mantap,” sebut Aat yang bengkelnya bernama Tantra Studio.

 

Jika dilihat lebih dalam, perbedaan model grafis kedua motor itu terlihat di pola desain. Pacuan kebanggaannya Devi, desain dasarnya dibentuk dengan pola baling-baling yang dipadukan dengan pola garis.

“Sedangkan di besutan Rio, saya bentuk dengan pola ketupat yang dikombinasikan motif garis. Tapi, bukan ketupat beneran ya. Hanya polanya saja yang tumpang tindih,” kata airbrusher gondrong yang mondok di Jl. Moh Kahffi II No. 24, RT10/01, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Tetapi, meski desain yang diusung berbeda, proses pengerjaan yang dilakukan pertama kali justru bukan di background, lho. Aat membentuk pola grafis dulu di atas bodi yang sudah dicat dasar.


Pola grafis yang dibentuk, dibikin pola garis yang tarik-tarikan yang menjadi cirikhas aliran grafis. Kelar dibentuk pola garis, lalu mulai proses pengecatan dengan mengandalkan cat Danaglos.

Setelah kering, kemudian membuat pola kipas dan ketupat yang digunakan sebagai background. Setelah itu, diberi efek bayangan agar tampilannya beda. Kelar semua, lalu ditimpa cat pernis dari Spies Hacker.

Perbedaan lainnya ada pada spidometer dan headlamp. Rio pede dengan spidometer dan headlamp Mio Fino asal negeri Gajah Putih. Sedangkan Deva, lebih memilih orisinil.

Selain perbedaan, ternyata mereka berdua juga punya kesamaan. Yaitu, sama-sama selalu memboyong piala jika ada kontes.

“Memang tidak setiap kontes, kita ikut barengan sih. Tetapi biasanya, pulangnya sering bawa piala tuh. Entah itu Deva atau saya,” tutup Rio.

Mantap!!!. (motorplus-online.com) 


DATA MODIFIKASI
Ban depan: V-Rossi 60/80-16
Ban belakang: V-Rossi 70/80-16
Handgrip: Kitaco
Tantra Studio: 0817-9101-78

Yamaha V-Ixion, Ubahan YZF-R15 Ala Juragan Konveksi

Yamaha V-Ixion, Ubahan YZF-R15 Ala Juragan Konveksi


Buat menentukan penampilan soal pakaian, Alvin tentu sangat paham dengan berbagai macam model dan style yang sedang ngetrend saat ini. Pasalnya, ia merupakan juragan muda yang bergerak dibidang konveksi.

Begitu juga jika bicara soal motor. Terutama, soal penampilan di pacuan kesayangannya itu. Alvin juga punya taste yang lebih dengan mengidolakan tipe motor sport. Meskipun, ini kali hanya mengandalkan Yamaha V-ixion jebolan 2012. Sport injeksi ini, diubah lebih sporty lagi.

“Pilihan jatuh ke Yamaha YZF-R15. Tampilan motor ini enak dilihat dan sesuai basis V-ixion. Makanya saya coba wujudkan ambisi buat memiliki pacuan model itu,” papar Alvin Bocin, sapaan gaulnya.

IQ Modification (IQM) yang dikomandani oleh Frendi Budiman, lantas menjadi bengkel rujukan Alvin. Maklum, ilmu konveksi beda dengan ilmu modifikasi. He..he..he…

“Sesuai keinginan pemilik, rombakkan bertemakan R150 lantas diterapkan. Sebelumnya, tampilan utama lebih konsen pada cover bodi. Namun selanjutnya, sektor kaki-kaki juga mesti diganti sebagai faktor penyeimbang. Tentu agar klop dengan tema yang diusung,” urai Frendi.


Seperangkat ‘baju’ anyar hasil karya IQM yang berbahan serat fiber, kemudian dipasang untuk menggusur cover bodi asli V-ixion. Di sektor depan, bentuk lampu utama yang sekilas menggambarkan sorot mata tajam membuat penampilan jadi terlihat sangar.

Penutupan mesin bagian tengah yang tampil full fairing, menjadikan tampilannya jadi lebih padat. Sehingga kesan dari motor V-ixion jadi semakin samar, tidak terlihat. Ditambah pemasangan kondom tangki, membuatnya jadi lebih besar dan berotot. Apalagi, lekukkan garis sudutnya yang futuristik, nyaris menyerupai tampang asli motor tipe sport tulen itu.

Begitu pula sektor buritannya. Penerapan jok yang berjenjang, menambah kental aroma sporty. Posisi duduk bagi boncengerpun, masih dijamin aman dan empuk. Enggak bikin lelah.

Fokus selanjutnya, di bagian kaki-kaki. Meskipun hanya menerapkan pelek variasi yang bertapak lebar, namun dapat menjadi nilai plus dalam penampilannya. Yang paling dominan mengalami ubahan adalah pemasangan lengan ayun model tunggal.

“Orang awam yang sekilas melihat, sempat merasa heran ketika pandangannya tertuju pada mono arm. Jadi membuat saya jadi semakin pede ketika menggeber V-ixion ini,” bangga Alvin. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Battlax 120/60-17
Ban belakang: Battlax 150/60-17
Swing arm: Power
Footstep: NUI Racing
Handle: Bikers
Knalpot: Custom
IQM: 081324994567

Tren Bomb Sticker, Bisa Bikin Sendiri

Tren Bomb Sticker, Bisa Bikin Sendiri

Pasti tahukan bomb sticker(BS)? Yaitu tren stiker yang beraneka ragam dan bentuk yang ditumpuk enggak beraturan dalam satu bidang. Sempat ramai ditempel pada kendaraan anak-anak muda yang mengikuti tren. Biasanya dipasang pada kap mesin, bumper, tutup tangki bensin dan lainnya.

Kalau tadinya stiker ditempel manual satu per satu, sekarang semakin gampang karena sudah dapat dibuat dengan sistem digital printing. Mendapatkannya juga mudah karena sudah tersebar dimana-mana dari gerai spesialis stiker sampai pedagang kaki lima di pinggir jalan.

Tetapi buat yang mau bikin sendiri bisa juga, lho. Mulai dari membuat desain sendiri sampai menempelkannya ke bagian bodi kendaraan Anda. Saya sebagai desainer grafis OTOMOTIF mau membagi ilmu melakukannya buat pembaca tercinta.

Langkah pertama, pembaca harus memahami atau menguasai sedikit software yang biasa dipakai untuk desain grafis. Seperti Adobe Illustrator, Corel Draw, inDesign sampai Adobe Photo Shop. Software yang saya gunakan adalah Adobe Illustrator, dan sebagai tema desain adalah logo tabloid OTOMOTIF. Simak, urutan membuatnya..

1. Buatlah desain yang anda inginkan, saya di sini menggunakan logo otomotif sebagai contoh desain
2. Logo kemudian di-copy paste dan berikan outline atau perbesar bidangnya. Selanjutanya berikan warna putih serta berikan shadow atau bayangan, pada bidang logo ber-shadow 35% sudah cukup memberikan kesan timbul.
3. Perbanyak atau duplicate serta berikan warna yang berbeda, demikian juga yang ada shadow-nya juga bisa disesuaikan warnanya
4. Tempelkan logo secara acak. Semakin banyak materi desain yang ditumpuk akan semakin rumit dan menarik
5. Dan segeralah meluncur ke gerai sticker digital. Cukup tebus biaya print dengan harga kurang lebih Rp 100 ribu untuk 1×1 meter, sticker karya Anda sendiri sudah ada ditangan!

Stamper 100 cc, Inspirasi Dari Curtis Tahun 30-an

Stamper 100 cc, Inspirasi Dari Curtis Tahun 30-an

Kreativitas anak Bandung Selatan memang nggak terbatas. Dari jaman dulu, zona ini memang sudah beken sebagai komunitas motor cc kecil transmisi matik. Nah, predikat begitu nggak mau mereka lepaskan.

“Sudah tradisi barangkali kalau kami sangat ngotot melestarikan model-model motor jadul,” buka Yaya Roundtank, builder aliran ini. Kliennya, H. Zul punya selera yang sama. Saat diorder membuat model motor Curtis tahun 30-an, Yaya langsung punya gambaran.

“Desain zaman dulu tak jauh dari sepeda onthel. Untuk mesin Curtis asli, tentunya sangat sulit. Sudah jadi koleksi museum di Eropa sana,” jelasnya serius. Makanya ia harus putar otak mencari mesin yang sesuai, mendekati model Curtis.

Pilihan jatuh ke mesin Stamper 100 cc tahun 1960. Desain mesinnya mendekati Curtis beneran. “Estetikanya pas, tinggal melakukan langkah modifikasi, membuat sasis dan variasi lain,” pede brother yang doyan berdandan ala biker jaman dulu ini.

Kerapian dan detailnya, patut diapresiasi. Dengan konstruksi hardtail murni, Yaya termasuk detail mencari variasi-variasi yang sesuai. “Semua diambil dari barang rongsokan. Khasnya roundtank tangki silinder membulat alias round, posisinya di bawah back-bone. Ini jadi bentuk dasar aliran ini,” jelasnya lagi.

Dari situ, ia konsen pada variasi penunjang. “Sesuai sejarahnya, motor ini diperuntukan untuk militer. Makanya di samping dipasang terompet untuk memanggil pasukan buat apel bersama,” katanya serius.

Keren!. (motorplus-online.com) 

Honda Blade, Menang Berkah Riset One Make Fuel

Honda Blade, Menang Berkah Riset One Make Fuel

Sejak penggunan bahan bakar Pertamax digulirkan di seri awal Honda Racing Championship 2013, Arif Margono yang karib disapa Shetep, sudah lebih dulu meriset jeroan mesin Honda Blade yang siap dengan bensin beroktan lebih rendah dari Bensol.
Hasilnya, turun di kelas HRC 4 seri ketiga di sirkuit Kajuruhan, Kajen, Malang, (9/6), pacuan Andi Gilang melesat tanpa tanding di race 1 dan 2 bahkan posisinya cukup jauh meninggalkan para rivalnya.

“Karena pakai Pertamax, makanya kompresi patok di angka 12:1. Buat motor balap, rasio kompresi masih terbilang rendah. Tapi semua demi durability agar mesin tahan hingga finish,” ujar Shetep mekanik tim Honda Daya KYT Federal Oil Walini Showa FIM Golden Bandung.

Lanjut Shetep, untuk mengimbangi kompresi rendah pria ramah ini menerapkan kem durasi 270 derajat buat klep in dan ex split, termasuk durasi rendah biar respon di rpm bawahnya agresif. Namun Shetep merahasiakan ukuran detail karena ubahan masih dianggap belum sempurna dan masih terus direvisi.

 

“Apalagi buat Andi Gilang yang jagoan rolling speed. Saya pakai porting yang cukup besar biar power di rpm tengah ke atasnya nggak kedodoran. Ubahan dipadu rasio girbox yang cukup rapat pula,” imbuh mekanik yang dikomandoi Pepen Purnama sebagai managernya.

Untuk rasio girboks, Shetep mengaku pakai setingan rasio baru yang komposisinya cukup rapat sejak masuk gigi 1 sampai 4. Apalagi dengan adanya ubahan pada pengunaan bahan bakar, kompresi, durasi. Cuma yang pasti nggak terlalu berat dan buat sirkuit Kajuruhan, Shetep menerapkan gir reduksi 13/38. Pantes nggak ngedrop di tikungan parabolik.


Pertamax mempengaruhi kinerja komponen pengapian, terutama timing yang menurut Shetep mesti diseting lebih tinggi dari bahan bakar oktan tinggi. Namun dari tengah sampai atas kembali turun berkala sampai derajat pengapian 30 derajat.

“Setingannya, mulai rpm 3.000/30 derajat, 4.000/35, 5.000/40, 9.000/40, lalu turun di rpm 10.000/38, 11.000/36, 12.000/34, 12.500/32, 13.000/31, 13.500/30, limiter 14.100,” jelas Shetep yang pilih pakai pengapian BRT.

Sepertinya bukan cuma performa mesin yang bagus tapi Andi juga sudah hafal betul dengan racing line. Nggak ada kendala di trek lurus maupun tikungan balik. (motorplus-online.com) 

Kawasaki Ninja 250R, Jatuh Cinta Lagi

Kawasaki Ninja 250R, Jatuh Cinta Lagi

Rumah modifikasi Lent Automodified yang bermarkas di Probolinggo, Jawa Timur, cukup dikenal di dunia modifikasi. Terutama, untuk permainan fairing. Khususnya, buat Kawasaki Ninja 250. Rasanya, tak perlu diragukan.

Husain Djufrie adalah salah satu konsumen LA yang tinggalnya di Malang, Jawa Timur. Awal modifikasinya, lebih mempercayakan ubahan bodi kit di generasi fairing alias gen pertama buat Ninja 250 karya Lent.

Selang 2 tahun kemudian, Adhi Wicaksono yang komandan LA, mengeluarkan bodi kit Ninja 250 gen V. Modelnya, lebih futuristik. “Husain jatuh cinta lagi dengan bodi kit terbaru bikinan saya,” bangga pria kelahiran 1977 akrab disapa Siwe itu.

Tapi, order ubahan gen 5, tak langsung terima begitu saja. “Supaya ubahannya gak dibilang sama, mesti dibuatkan pembedanya,” aku modifikator yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta, Probolinggo itu.

Jika dilihat kasat mata, hampir secara keseluruhan bodi sama diantara gen V.1 dan gen V.3. “Tapi, headlampnya pakai milik Yamaha R1. Dimensi dan bentuk headlamp ini hampir sama dengan bodi kit,” tambah pria berkacamata ini.

Ikuti bodi kit yang gede, Siwe aplikasi kaki-kaki eks moge. “Sok depan milik Kawasaki ZX-6, sedangkan swing arm disupport Suzuki GSX 600 2008,” urai Siwe yang lagi sibuk mengerjakan proyek bodi kit Yamaha V-ixion Lightning. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax BT21 120/70-17
Ban belakang : Battlax BT21 180/55-17
Pelek: Yamaha R6
Knalpot : Suzuki GSX-600
Lent Automodified: 0813-3211-1248
 

Kawasaki Versys, Modifikasi Jadi Persis BMW

Kawasaki Versys, Modifikasi Jadi Persis BMW

Sengaja dipelesetin jadi ‘Persis BMW’ karena ada bagian yang mirip motor lansiran pabrikan Jerman itu
Ini bukan Kawasaki Versys ya, tapi Kawasaki Persis BMW,” buka Muhamsjah Lindy sambil berkelakar tentang motornya ini. Mengapa dipelesetin jadi ‘Persis BMW’? Tentu saja ada alasannya.
Sengaja dipelesetin jadi ‘Persis BMW’ karena ada bagian yang mirip motor lansiran pabrikan Jerman itu. Lihat saja sepatbor tambahan di atas ban depan yang nempel dengan batok lampu, sangat mirip style motor keluaran BMW seperti R1200GS atau F800GS.


– Monosok Monster 796, sukses sunat ketinggian
– Moncong tambahan yang membuatnya disebut ‘Persis BMW’
– Pelek forged merek Ukawa, kuat dan ringan
– Setang pakai raiser dan handguard, bersanding dengan tas. Siap turing!

Pengerjaan diserahkan ke Tomi Bramudia dari Ngayun Speed di Jl. Arteri Kelapa Dua No. 88 Kebon Jeruk, Jakbar. Menurut Tomi bahan dari fiberglass, biar lebih cakep sekalian dilapis motif karbon. Tambahan juga sisi belakangnya, sehingga jadi terlihat nyambung ke bodi asli.

Tak hanya ubah bodi, pria yang akrab disapa Yeye ini juga order ubahan sektor lain, seperti kaki-kaki dan performa. Pelek ganti merek Ukawa asal Jepang, jenis forged makanya kuat dan ringan. “Berasa banget, larinya jadi lebih enteng,” puas Yeye.

Demi kenyaman saat riding, tinggi Versys disunat, “Biar saya enggak jinjit,” jelas Yeye. Sisi depan mudah, tinggal naikkan sokbreker dari segitiga. “Sedang belakang pakai monosok Ducati Monster 796, lebih pendek dan redaman pas,” imbuh Tomi.

Mau tahu ubahan lainnya? (motorplus-online.com) 

 Data Modifikasi
Pelek : Ukawa 3.50×17 & 6.00×17
Ban : Bridgestone Battlax S20 120/70-17 & 180/55-17
Monosok : Ohlins Ducati Monster 796
Knalpot : Nassert Beet
Piggyback : Bazzas
Engine guard : Givi
Handguard : Acerbis
Kaliper : Brembo
Slang rem : Hel
Master rem : Brembo RCS19
Gas spontan : Active
Windshield : Ermax
Ngayun Speed : 0818-737101

Upgrade Honda CB150R, Power Naik 3,33 hp

Upgrade Honda CB150R, Power Naik 3,33 hp

Tergolong simpel cara yang ditempuh Nicko Suardi untuk upgrade Honda CB150R Streetfire kali ini. Namun, cara ini bisa mendongkrak power hingga 3,33 hp dan torsi 1,76 Nm. Dibilang simpel, karena hanya sedikit ubahan tapi berdampak lumayan ekstrim terhadap performa motor.

“Perubahannya hanya ada tiga tahapan. Pertama, custom gigi sentrik. Kedua, penggantian sistem pengapian. Terakhir, penyempurnaan di bagian pembuangan,” kata Nicko yang baru membeli CB150R ini beberapa bulan lalu.

Gigi sentrik untuk memutarkan noken as yang jumlahnya ada dua, di bagian lubang dudukan bautnya masing-masing dicoak sekitar 0,5 milimeter. Ini dimaksudkan untuk memundurkan buka-tutup klep in sekitar 2 derajat.

“Dengan begitu, buka-tutup klep in jadi lebih cepat sekitar 2 derajat dari standar. Sehingga, power lebih cepat didapat,” bilang Nicko panggilan akrabnya.

Dengan kem standar, derajat buka-tutup-klep jadi berbeda. Klep in terbuka 7 derajat sebelum Titik Mati Atas (TMA) dan tertutup 33 derajat setelah Titik Mati Bawah. Sedangkan Klep ex terbuka 35 derajat sebelum TMB dan menutup 5 derajat setelah TMA. “Yang berubah hanya derajat buka-tutup klep in saja,” katanya.

Di bagian pengapian, Nicko cukup mengganti koil standar dengan produk aftermarket. Knalpot standar pakai merek knalpot racing aplikasi dB killer.

Untuk ketahui peningkatan performa mesin, CB150R dilarikan di atas mesin dino milik Ultraspeed. Hasilnya, CB150R yang power awal 14,42 hp/10.745 rpm dan torsi 11,53 Nm/7.685 rpm sekarang jadi 17,77 hp/ 10.048 rpm dan torsi 13,29 Nm/ 8.358 rpm. (motorplus-online.com)

Power (dk)
Rpm   Standar  Upgrade

5.000  2,23  4,47
5.500  7,85  7,56
6.000  8,89  8,76
6.500  9,71  9,95
7.000  11,17  11,91
7.500  12,25  13,71
8.000  13,01  15,12
8.500  13,63  16,00
9.000  13,95  16,66
9.500  14,07  17,16
10.000  14,13  17,77
10.500  14,31  17,71
11.000  14,23  17,39

Torsi (Nm)
Rpm   Standar   Upgrade

5.000  3,11  6,10
5.500  10,06  9,75
6.000  10,49  10,27
6.500  10,63  10,82
7.000  11,23  11,99
7.500  11,50  12,98
8.000  11,46  13,26
8.500  11,32  13,11
9.000  10,99  13,67
9.500  10,47  12,85
10.000  10,00  12,56
10.500  9,68  11,94
11.000  9,19  11,22